021 - 741 80 54
021 - 298 224 83

Syarat Mudah, Proses Cepat

Angsuran Ringan Dan Terjangkau

Tips Sederhana Hemat BBM

14 Jul 2014
Cara Pintar dan Sederhana Hemat BBM
Populasi kendaraan bermotor di indonesia semakin padat dan membawa peningkatan pada angka konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Dan dengan naiknya kebutuhan konsumsi bahan bakar mengakibatkan semakin minimnya persediaan minyak bumi yang berdampak terhadap harga BBM membumbung tinggi. Ada beberapa tips jitu namun sederhana yang bisa kita lakukan agar mengurangi tingkat konsumsi bahan bakar kendaraan kita. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan:
  1. Lakukan servis atau perawatan secara teratur: Banyak pengendara cenderung melewatkan servis berkala untuk menghemat pengeluaran, hal ini dapat mempengaruhi kesehatan mobil dan dompet Anda dalam jangka panjang. Filter udara tersumbat, oli mesin bekas dan mesin yang tidak mendapat perawatan dalam waktu lama dapat meningkatkan angka konsumsi BBM kendaraan hingga 9 persen. Lakukan servis secara teratur dan hindari menggunakan onderdil non-original, dengan begitu selain mobil Anda tetap sehat Anda juga dapat menghemat banyak pengeluaran.
  2. Sesuaikan tekanan angin ban: Pastikan tekanan angin ban sesuai dengan jenis, ukuran, pola tapak, dan kapasitas beban ban agar daya tahan, traksi dan karakteristik pengendalian dapat seusai dengan seharusnya. Pada mobil modern, terdapat label plakat di sisi dalam pintu pengemudi yang menampilkan informasi tekanan ban yang sesuai untuk mobil Anda. Ban kempes akan meningkatkan konsumsi BBM serta keausan dini ban. Biasakanlah untuk memeriksa tekanan ban usai mengisi BBM di SPBU.
  3. Tingkatkan aerodinamika: Mobil-mobil saat ini, baik city car hingga sports car tidak jarang dilengkapi dengan komponen yang tidak hanya mempermanis tampilan, namun juga membantu memperlancar aliran udara di permukaan badan mobil. Bagi Anda pemilik mobil keluarga (MPV, sedan besar), hindari memasang produk roof rack dan kargo atap bila tidak diperlukan. Karena saat mencapai kecepatan lebih dari 50 km/jam, kedua komponen tersebut memberi hambatan angin lebih besar dan meningkatkan konsumsi BBM.
  4. Kurangi beban yang tidak perlu: Kurangi mengangkut hal-hal yang kiranya tidak harus selalu dibawa di dalam mobil, seperti mengganti ban cadangan dengan ukuran lebih kecil untuk mengurangi beban mobil dan menambah ruang untuk penyimpanan barang. Kemudian hindari mengemudi dalam kecepatan tinggi dengan jendela terbuka yang mengakibatkan bertambahnya hambatan angin dan turbulensi udara di dalam kabin. Kurangi juga suhu AC sekitar 2 atau 3 putaran agar lebih nyaman dan hemat konsumsi untuk jangka panjang.
  5. Ubah gaya mengemudi Anda: Mengemudilah dengan halus, hindari menekan pedal gas dan rem secara agresif. Menginjak pedal gas dan rem secara tiba-tiba dapat mengakibatkan meingkatnya konsumsi BBM, terutama saat di dalam lalu lintas yang padat. Sedangkan jika mengemudi di jalan tol, usahakan jaga kecepatan sekitar 20-10 km/jam di bawah batas kecepatan maksimum. Selain itu, selalu memindah transmisi di putaran mesin sekitar 2300 rpm untuk mobil diesel dan di bawah 3000 rpm untuk mobil bensin.
Semoga langkah-langkah tadi dapat membantu Anda menghemat konsumsi BBM. Selamat mencoba.

Sumber: dapurpacu.com

Antisipasi Macet Saat Mudik, BBM Kemasan Disiapkan

05 Jul 2014
Cegah Macet Saat Mudik, BBM Kaleng Disiapkan  
Jakarta: Untuk antisipasi antrian panjang yang hampir pasti terjadi pada masa mudik, PT Pertamina (Persero) menyiapkan 50 ribu liter bahan bakar minyak (BBM) dalam kemasan. BBM nonsubsidi itu dikemas dalam kaleng-kaleng berukuran 1 liter, 2 liter, 5 liter, dan 10 liter.

“Tahun lalu Pertamina sudah mencoba kemasan 5 L dan 10 L, sekarang kami tambah dengan kemasan 1 L dan 2 L," kata Muhammad Iskandar, Vice President Fuel Retail Marketing Pertamina, kepada Tempo di Jakarta, Kamis, 2 Juli 2014.

Penambahan BBM kemasan dengan volume 1 L dan 2 L, menurut Iskandar, bertujuan untuk memfasilitasi pemudik yang menggunakan sepeda motor. “Kalau pemudik beli kemasan yang 5 L atau 10 L rasanya berlebihan karena itu ditujukan untuk kendaraan seperti mobil,” kata Iskandar.

Untuk BBM jenis Pertamax, kata Iskandar, dikemas dalam wadah yang berwarna biru dominan dengan tulisan PERTAMAX berwarna putih. Sedangkan untuk jenis Pertamax Plus, kemasan BBM diberi corak warna putih dominan dengan tulisan PERTAMAX PLUS berwarna merah.

Sedangkan bentuk kemasan volume 1 L ialah tabung setinggi 25 cm serta tutup putih yang disegel. Sementara itu, volume 2 L, Pertamina membuat kemasan dengan bentuk kotak dengan sudut melengkung serta dimensi panjang, lebar, dan tingginya sekitar 20 sentimeter, 20 sentimeter, dan 5 sentimeter. Sedangkan untuk volume 5 L dan 10 L dikemas dalam bentuk tabung mirip timba berbahan dasar seng aluminium.

Menurut Iskandar, masyarakat tidak usah membeli BBM kemasan ini dengan wadahnya, karena harga produksi kemasan itu sangat mahal. “Biaya produksi per kemasan mencapai Rp 8 ribu, hampir mencapai harga seliter bensin nonsubsidi, Jadi cukup beli isinya saja sehingga tidak merepotkan masyarakat yang sedang melakukan perjalanan ke kampung halaman,” katanya.

Sumber: tempo.co

Jakarta Sambut Sistem ERP Electronic Road Pricing

01 Jul 2014
Jakarta - Tidak lama lagi Jakarta bakal menyambut berlakunya sistem pembatasan kendaraan baru yang menggunakan metode Electronic Road Pricing (ERP). Di beberapa wilayah di Jakarta sedang dibuat gerbang-gerbang ERP yang kelak diharapkan bisa mengontrol padatnya kendaraan di jalur-jalur utama.

Untuk mengetahui cara kerja ERP, berikut ini kami berikan dalam bentuk infografis yang menarik.


 
Back To Top * Kembali Ke Atas